Interpretasi Hakim Mengenai Unsur-Unsur Dakwaan Subsidaritas dalam Pasal 2 Juncto Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Perspektif Sociological Jurisprudence dan Al Qowaidh Al Fiqhiyyah (Studi Lapangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya)

The Judge's Interpretation of the Elements of Subsidiary Charges under Article 2 Juncto Article 3 of the Law on Eradication of Corruption Crimes from the Perspective of Sociological Jurisprudence and Al Qowaidh Al Fiqhiyyah (Field Study at the Corruption Crimes Court of Surabaya)

Authors

  • Fatihul Ihsan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

DOI:

https://doi.org/10.35719/clear.v4i1.64

Keywords:

Interpretation, , Corruption Crimes, Judge, Subsidiary Indictment

Abstract

Legal inconsistency between Article 2 and Article 3 of the Corruption Eradication Law has led to clear sentencing disparities as reflected in the provisions of these articles. Judges’ considerations serve as the fundamental basis for arguments in deciding cases; if such arguments are inaccurate, the resulting decisions may be perceived as incorrect and unjust by society.

This study examines the differences in judges’ interpretations in understanding the elements of subsidiary indictments within the Corruption Eradication Law. It employs a qualitative approach, involving interviews with Ad Hoc Judges of the Corruption Court in Surabaya.

The focus of this research includes: (1) the relevance of Supreme Court Regulation (PERMA) No. 1 of 2020 in judicial decision-making; (2) the perspective of Sociological Jurisprudence on judges’ interpretations of the elements of subsidiary indictments under Article 2 in conjunction with Article 3 of the Corruption Eradication Law; and (3) the perspective of the Islamic legal maxim ad-dhorurotu tuqoddaru biqodriha on judges’ interpretations of the elements of subsidiary indictments under the same provisions.

This research is categorized as empirical legal research or field research, utilizing two approaches: a statutory approach and a direct field approach. Data analysis was conducted through several stages, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing.

The results of this study indicate that Supreme Court Regulation No. 1 of 2020 remains relevant and plays a significant role in guiding judges in deciding corruption cases under Article 2 in conjunction with Article 3 of the Corruption Eradication Law, as well as in minimizing sentencing disparities, except in splitsing cases involving different roles of perpetrators. Judges’ interpretations of subsidiary indictments reflect a Sociological Jurisprudence approach that accommodates societal values of justice without neglecting the strict nature of criminal law, while still relying on trial facts and statutory provisions. From the perspective of the Islamic legal maxim ad-dhorurotu tuqoddaru biqodriha, corruption remains a prohibited act, and emergency conditions do not eliminate its unlawful nature nor the criminal liability of the perpetrator

Inkonsistensi Hukum pada pasal 2 dan pasal 3 Undang – undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menyebabkan Disparitas pemidanaan yang jelas pada bunyi pasal. Pertimbangan Hakim adalah dasar Argumen dalam memutus perkara, jika Argumen tidak tepat maka putusan bisa dianggap tidak benar dan tidak adil oleh masyarakat. Penelitian ini mengkaji tentang perbedaan penafsiran hakim dalam memaknai Unsur –unsur dakwaan subsidairitas pada Undang –undang
Tindak Pidana Korupsi. Melalui pendekatan Kualitatif, yakni dengan wawancara kepada Hakim Adhoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya. Fokus Penelitian ini diantaranya : (1) Bagaimana Relevansi PERMA No. 1 Tahun 2020 terhadap pengambilan Putusan oleh Hakim
?, (2)Bagaimana Pandangan Sosial Jurisprudence terhadap Interpretasi Hakim mengenai Unsur – unsur dakwaan Subsidaritas dalam Pasal 2 Juncto Pasal 3 Undang –undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ?,(3) Bagaimana Pandangan Kaidah Fikih ad Dhorurotu Tuqoddaru Bidoqriha terhadap Interpretasi Hakim mengenai Unsur – unsur dakwaan Subsidaritas dalam Pasal 2 Juncto Pasal 3 Undang – undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ? Jenis penelitian ini termasuk
dalam kategori penelitian hukum Empiris atau penelitian lapangan, dengan menggunakan dua pendekatan, yakni pendekatan perundang – undangan dan pendekatan langsung di lapangan. Proses analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi reduksi data, penyajian data,
serta penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini dapat Disimpulkan : Bahwa PERMA no 1 tahun 2020 masih relevan dan berperan penting dalam memandu hakim menjatuhkan putusan perkara tindak pidana korupsi pasal 2 jo pasal 3 UU TIpikor serta meminimalisir disparitas pemidanaan, kecuali dalam perkara Splitsing dengan perbedaan peran pelaku. Interpretasi hakim terhadap dakwaan subsidairitas mencerminkan pendeketakan Sociological Juriprudence yang mengakomodasi nilai keadilan masyarakat tanpa mengesampingkan sifat ketat hukum pidana. Dengan tetap bertumpu pada fakta persidangan dan ketentuan perundang – undangan. Dari perspektif kaidah fikih adDhorurotu tuqoddaru Biqodriha, korupsi tetap merupakan perbuatan terlarang dan kondisi darurat tidak menghapuskan sifat melawan hukum maupun pertanggungjawaban pidana pelaku.

References

Ade OnnySiagian, “Filsafat Hukum”, Padang, Get Press Indonesia, 2023, https://id.scribd.com/document/767115700/Buku-Filsafat-Hukum

Amalia Syauket dan Dwi Seno W,Buku Ajar Tindak Pidana Korupsi, Malang, Pt. Literasi Nusantara Abadi, 2024, https://repository.ubharajaya.ac.id/31700/1/BUKU%20AJAR%20TINDAK%20PIDANA%20KORUPSI%20%28Gabungan%20Cover%29..pdf

Djazuli, Kaidah – kaidah Fikih : Kaidah – kaidah Hukum Islam Dalam Menyelesaikan Masalah – masalah yang Praktis, Jakarta, Kencana, 2019, https://elibrary.uinsgd.ac.id/detail/kaidah-kaidah-fikih-kaidah-kaidah-hukum-islam-dalam-menyelesaikanmasalah-masalah-yang-praktis/31684

Fatkhul Muin dan Agus Prihartono, Buku Ajar Filsafat Hukum, Bojonegoro, Madza Media, 2022, https://id.scribd.com/document/680790546/5-Filsafat-Hukum

Ibrahim, Duski, Al-Qowaidh Al-Fiqhiyyah (Kaidah – kaidah Fiqih), Palembang, CV.Amanah,2019, https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=Zvgjq9kAAAAJ&citation_for_view=Zvgjq9kAAAAJ:ufrVoPGSRksC

Komisi Pemberantasan Korupsi, Memahami Untuk Membasmi, Jakarta, MPRCons Indonesia, 2006, https://aclc.kpk.go.id/materi-pembelajaran/hukum/buku/buku-saku-memahami-untuk-membasmi

Muhaimin, Metode Penelitian Hukum, Mataram, Mataram University Press, 2020, https://eprints.unram.ac.id/20305/1/Metode%20Penelitian%20Hukum.pdf

Mukti Fajar dan Yulianto Ahmad, Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2010, https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=eKrBzd0AAAAJ&citation_for_view=eKrBzd0AAAAJ:qUcmZB5y_30C

Mulkan, Hasanal, 2022, Hukum Tindak Pidana Khusus, Jakarta, Kencana.

Nur Solikin,Pengantar Metodologi Penelitian Hukum Pasuruan : Qiara Media, 2021, https://digilib.uinkhas.ac.id/12273/1/Buku%20Pengantar%20Metodologi%20Penelitian%20Hukum-Nur%20Solikin%20%281%29%20%281%29.pdf

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D, Bandung, Alfabet, 2013, https://digi-lib.stekom.ac.id/assets/dokumen/ebook/feb_35efe6a47227d6031a75569c2f3f39d44fe2db43_1652079047.pdf

Tim Penyusun, 2023, Pedoman Karya Tulis Ilmiah, Jemberr, Universitas Negeri Islam Kiai haji Achmad Siddiq Jemberr.

Wahyuni, Fitri, Dasar – Dasar Hukum Pidana Indonesia, (Tangerang Selatan: PT. Nusantara Persada Utama, 2017) , https://jdih.situbondokab.go.id/barang/buku/Dasar-Dasar%20Hukum%20Pidana%20di%20Indonesia%20by%20Dr.%20Fitri%20Wahyuni.,%20S.H.,%20M.H.%20(z-lib.org).pdf

Wildan Jauhari, Kaidah Fiqhiyah : Dharar itu Dihilangkan, Jakarta, Rumah Fiqih Publishing, Oktober 2018. https://www.rumahfiqih.com/pdf?mode=view&id=159

Chapter in book

Author(s) of chapter – family name and initials, use & for multiple authors. (Year of publication). Title of chapter. In Editor(s) of book (Eds), Title of book. (pp. Page numbers). Publisher: Place of publication.

Ex: Baker, F. M., & Lightfoot, O. B. (1993). Psychiatric care of

ethnic elders. In A. C. Gaw (Ed.), Culture, ethnicity,

and mental illness (pp. 517-552). Washington DC:

American Psychiatric Press.

Journal Article

A’an Efendi, Interpretasi Modern Makna Menyalahgunakan Wewenang Dalam Tindak Pidana Korupsi, Jurnal Yudisial, Vol. 12 No. 3(Februari 2019), https://jurnal.komisiyudisial.go.id/jy/id/article/view/380

Achmad Fadhilatur Rahman, “Pertanggungjawaban Korporasi Terhadap Tindak Pidana Pencemaran Lingkungan Perspektif Hukum Positif dan Hukum Pidana Islam (Analisis Putusan Nomor : 33/Pid.B/LH/2019/PN.Ckr)”, Clear Journal Hukum Pidana, Vol 3 No 1 (Mei 2025) Hal 30Afif Khalid, Penafsiran Hukum Oleh Hakim dalam Sistem Peradilan di Indonesia, Al Adl, Vol. VI No. 11 (Januari 2014), https://clearjournal.uinkhas.ac.id/index.php/clear/article/view/37/29

Hotman P. Sibuea, “Pengaruh Madzhab Sociological Jursiprudence Terhadap Perkembangan Pembangunan Hukum di Indonesia pada masa Orde Baru”. https://repository.ubharajaya.ac.id/6770/1/JURNAL%20FILSAFAT%20HUKUM%20UTA%2045%20VOL%201%20NO%201%202015.pdf

Indra Rahmatullah, “Filsafat Hukum Sosiologis (Sociological Jurisprudence) Konsep dan Aktualisasinya dalam Hukum Indonesia”, Jurnal ‘Adalah, Vol 5 No 2, 2021. https://journal.uinjkt.ac.id/adalah/article/view/21394

Lalu Yoga “ Korupsi Perpektif Hukum Islam : Upaya, Dampak, dan Penanggulangan”, Sangaji, Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum, Vol. 9 No. 1, Maret 2025. https://share.google/gntRsbBMhOibd5twc

Muhibbin Asshofa, Dkk, Analisis Penetapan Surat Dakwaan Terhadap Suatu Tindak Pidana, Al-Jinayah Jurnal Hukum Pidana Islam, Vol. 8 No. 1 (Desember 2022), https://jurnalfsh.uinsa.ac.id/index.php/HPI/article/view/1588

Mukti,Wahyu Beny Setiyawan, “Peran hakim dalam penerapan pasal 2 Undang – undang Tindak Pidana Korupsi pada Dakwaan Subsidaritas atau Alternatif”, https://www.neliti.com/publications/220789/peran-hakim-dalam-penerapan-pasal-2-undang-undang-tindak-pidana-korupsi-pada-dak

Pladi, Arvi Purukan, “Delik Tidak Memenuhi Pelaksanaan Kewajiban sebagai Saksi, Ahli atau Juru Bahasa menurut Pasal 224 dan pasal 522 KUHP”, Vol. 8 (Agustus 2019). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexcrimen/article/view/26795

Pratama, Angga Dkk, “ Analisis Pertimbangan Hakim Mengenai Unsur Melawan Hukum dalam pasal 2 ayat (1) Undang – undang Nomor 31 Tahun 1999 Juncto Undang – undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Vol. 6 No. 1 ( 1 September 2023) : 1660, https://www.review-unes.com/index.php/law/article/view/964

Sarah Anmandea, Farrah Fathiyyah, Analisis Pembuktian Hakim Terhadap Dakwaan Berbentuk Subsidairitas sebagai dasar Menjatuhkan Putusan Bebas, Jurnal Verstek, Vol. 3 No 2 (2015), https://jurnal.uns.ac.id/verstek/article/view/38982

Teguh L, Achmad Y, Al-Qawaid Al-Fiqhiyyah terhadap perbedaan pendapat dalam fiqih (Kasus Hukumam Tindak Pidana Korupsi), Al Izzah Jurnal, Vol 13, No 1(Mei 2018). https://share.google/wpNy4QGSPGG09jXZF

Government Publication

Sekretariat Negara Republik Indonesia Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Sekretariat Negara Republik Indonesia Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 tahun 2020 tentang Pedoman Pemidanaan pasal 2 dan pasal 3 Undang – undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Sekretariat Negara Republik Indonesia Praturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2013 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Hakim Ad Hoc

Sekretariat Negara Republik Indonesia Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Sekretariat Negara Republik Indonesia Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Sekretariat Negara Republik Indonesia Undang – Undang Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Sekretariat Negara Republik Indonesia Undang – Undang nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman

Sekretariat Negara Republik Indonesia Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Sekretariat Negara Republik Indonesia Putusan kasasi Nomor 4265 K/Pidsus/2023

Web Pages

“Kepaniteraan Tipikor”, pn-surabayakota.go.id, diakses pada 09 Februari 2026, https://pn-surabayakota.go.id/kepaniteraan-tipikor/

“Sejarah Pengadilan”, pn-surabayakota.go.id, diakses pada 09 Februari 2026, https://pn-surabayakota.go.id/sejarah-pengadilan/

“Struktur Organisasi”, pn-surabayakota.go.id, diakses pada 09 Februari 2026, https://pn-surabayakota.go.id/struktur-organisasi/

Adjie Prakoso, “Netizen dan Media Tidak Adil Menilai Putusan 2 Guru di Luwu Utara”, 19 November 2025, Tim MariNews, https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/netizen-dan-media-menilai-putusan-2-guru-di-luwu-utara-0AS

Admin Dittipidkor, “1.280 Kasus Korupsi Diungkap Polri, 830 tersangka Dijerat di 2024” Diakses 29 Agustus 2025, https://tipidkorpolri.info/berita-dan-opini/1-280-kasus-korupsi-diungkap-polri-830-tersangka-dijerat-di-2024/.

Author. (Year, month day). Title, [Type of media]. Date Accessed, Year Accessed, Web address.

Ex: Al Zaabi, M. (Producer) & Bjarnesen, T. (Presenter).

(2006, November 7). Diabetes in the elderly

[Podcast radio programme]. Sydney: ABC Radio

National. Retrieved January 11, 2007, from

http://www.abc.net.au/hn/talks/

Jon ST. Quah, “Why Singapore Works : Five Secrets of Singapore’s Success” Coresponding Author (Blog) , Diakses 1 Oktober 2025, https://www.emerald.com/pap/article/21/1/5/322614/Why-Singapore-works-five-secrets-of-Singapore-s.

Muhammad Insan Fathin, “Penegak Hukum: Pedang Bermata Dua, Jembatan Menuju Surga dan Jurang Menuju Neraka 2 Maret 2026, muslim.or.id, https://muslim.or.id/112354-penegak-hukum-pedang-bermata-dua.html

Downloads

Published

2026-05-13

How to Cite

Ihsan, F. (2026). Interpretasi Hakim Mengenai Unsur-Unsur Dakwaan Subsidaritas dalam Pasal 2 Juncto Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Perspektif Sociological Jurisprudence dan Al Qowaidh Al Fiqhiyyah (Studi Lapangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya): The Judge’s Interpretation of the Elements of Subsidiary Charges under Article 2 Juncto Article 3 of the Law on Eradication of Corruption Crimes from the Perspective of Sociological Jurisprudence and Al Qowaidh Al Fiqhiyyah (Field Study at the Corruption Crimes Court of Surabaya). CLEAR: Criminal Law Review, 4(1), 84–120. https://doi.org/10.35719/clear.v4i1.64

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.