Penelantaran Keluarga sebagai Landasan Perceraian Perspektif Sosiologi Hukum dan Fiqh Jinayah

Authors

  • Yusril Bariki Postgraduate UIN K.H. Abdurrahman Wahid

Abstract

The purpose of this research is to discuss juridical analysis of the decision of one of the Batang Religion court cases which will also be studied using the sociology of family law approach. There are two formulations of the problem in this study, first, how is marriage in Islamic law? Second, what is the analysis of the decision on case number 1864/Pdt.G/2022/PA.Btg in the study of the sociology of family law?. In normative juridical research with a qualitative approach, it has findings or results, namely that marriage has a very sacred purpose, especially in the marriage contract which is a great agreement (mitsaqan gholidan) which is solely to achieve the goal of Sakinah mawadah and wa Rahmah. The next consequence, in the sociological study of family law in looking at existing divorce decisions, is that normative law has a higher prescriptive level than sociological law, which has an empirical descriptive perspective. In contrast to the jurisprudential model which focuses more on results or political regulations, the sociological model of law focuses more on social structure.

Dalam tujuan penelitian ini akan membahas mengenai analisis yuridis  dalam putusan salah satu perkara pengadilan Agama Batang yang mana nanti akan dikaji juga dengan pendekatan sosiologi hukum dan fiqh jinayah. Rumusan masalah dalam penelitian ini ada dua, pertama, bagaimana pernikahan dalam hukum Islam. Kedua, bagaimana analisis putusan perkara nomor 1864/Pdt.G/2022/PA.Btg dalam kajian sosiologi hukum keluarga. Dalam penelitian yuridis normative dengan pendekatan kualitatif ini memiliki temuan ataupun hasil yaitu dalam pernikahan memiliki tujuan yang sangat sakral, terlebih didalam akad nikah merupakan sebuah perjanjian yang agung (mitsaqan gholidan) dimana semata-mata untuk menapai tujuan Sakinah mawadah dan wa Rahmah. Hasil berikutnya, dalamkajian sosiologi hukum keluarga dalam melihat putusan perceraian yang ada yakni Hukum normatif memiliki tingkat preskriptif yang lebih tinggi daripada hukum sosiologis, yang memiliki perspektif deskriptif empiris. Berbeda dengan model yurisprudensi yang lebih menitikberatkan pada hasil atau peraturan politik, model sosiologis hukum lebih menitikberatkan pada struktur sosial.

References

Book

Al-Mawardi, Abu Al-Hasan (1975). Al-Ahkam As-Sulthaniyah. Mesir: Mustafa Al-Babyi Al-Halaby, Cet. Ke-3.

Audah, Badul Qadir (1992). Al-tasyri’ al-Jinai al-Islami. Beirut: Muassasah Al-Risalah, jilid 1.

Bunyamin, M., & Hermanto, A. (2017). Hukum Perkawinan Islam. Pustaka Setia.

Irfan, Nurul (2016), Hukum Pidana Islam. Jakarta: Amzah.

Jaya, I. M. L. M. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Anak Hebat Indonesia.

Mardani. (2016). Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Prenadamedia Group.

Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum. University Press.

Sabiq, S. (2008). Fiqhus Sunnah. Al-I’itishom.

Santoso, Topo (2001). Menggagas Hukum Pidana Islam. Bandung: Asy Syaamil Press dan Grafika.

Soekanto, S. (2010). Hukum Adat Indonesia. Rajagrafindo Pers.

Soerjono Soekanto. (1988). Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. PT Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif (Untuk Penelitian Yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif, Dan Konstruktif). Alfabeta.

Dictionary/Encyclopedia

Mulyawan, F., Yulinda, K., & Tiara, D. (2021). Politik Hukum Dalam Bidang Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Lembaga Penelitian Dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia, 3(2), 111–122.

Journal Article

Ainiyah, Q., & Muslih, I. (2020). Dilema Hukum Keluarga Di Indonesia (Studi Analisis Kasus Perceraian Di Indonesia). Jurnal Istiqro: Jurnal Hukum Islam, Ekonomi Dan Bisnis, 6(1), 73–81.

Amalia, F. (2009). Pernikahan Dini Dalam Perspektif Hukum Islam. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 8(2), 201. https://doi.org/10.14421/musawa.2009.82.201-221

Arisandi, B., Junaidi, J., & Sholeh, M. (2021). Implikasi Tafsir Ayat Kawin dan Waris Beda Agama Persfektif Islam Liberal. AL-THIQAH.

Burlian, F. (2019). Eksistensi Perkawinan dan Perceraian Menurut Hukum Islam dan Pasca Berlakunya UU NO. 1 Tahun 1974. Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 8(2).

Dahwadin, Syaripudin, E. I., Sofiawati, E., & Somantri, M. D. (2020). Hakikat Perceraian Berdasarkan Ketentuan Hukum Islam di Indonesia. Yudisia : Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 11(7), 87–104.

Harimurti, D. A. (2021). Perbandingan Pembagian Harta Bersama Menurut Hukum Positif Dan Hukum Islam. Jurnal Gagasan Hukum, 3(2), 149–171.

Jannah, R. N. M., & Halim, A. (2022). Edukasi Pra Nikah sebagai Upaya Pencegahan Perceraian Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif. Indonesia Journal of Comunity Research and Engagement, 3(1), 167–178.

Khasanah, U. (2023). Marial Rape Sebagai Alasan Perceraian Dalam Kajian Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir. Asy-Syari`ah: Jurnal Hukum Islam, 9(1), 89–107.

Lubis, A. H. (2021). Perlindungan Anak Perspektif Hukum Islam (Sosiologi Hukum Islam Sebagai Pendekatan Pengkajian). Journal of Gender And Social Inclusion In Muslim Societes, 2(1), 1–16.

Luthfi, M. (2022). Tinjauan Sosiologi Hukum terhadap Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Journal Of Law (J-Law), 1(1), 60–72.

Makinara, I. K., Jamhir, & Fadhilah, S. (2020). Saksi Testimonium De Auditu dalam Perkara Perceraian menurut Hukum Islam. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 3(2), 227–242.

Muhazir. (2021). Islam, Fatwa dan Negara : Meretas Pluralisme Hukum Perceraian di Aceh. Al-Manāhij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 233–248.

Putri, E. A., & Wahyuni, W. S. (2021). Penyelesaian Sengketa Harta Bersama setelah Perceraian dalam Hukum Positif di Indonesia. Jurnal Mercatoria, 14(424), 94–106.

Rahman, S., Qamar, N., & Kamran, M. (2020). Efektivitas Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian: Studi Kasus Perkawinan Poligami. SIGn Jurnal Hukum, 1(2), 104–118.

Ramdania, D. (2020). Aspek Hukum Perceraian Dalam Persfektif Hukum Islam (Studi Terhadap Tingginya Tingkat Cerai Gugat Di Pengadilan). Wacana Paramarta: Jurnal Ilm, 19(1), 17–28.

Samad, S. A. A. (2021). Kajian Hukum Keluarga Islam dalam Perspektif Sosiologis di Indonesia. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 4(1), 138–152.

Sariati, Madiong, B., & Kamsilaniah. (2022). Analisis Hukum Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Setelah Perceraian (Studi Putusan Pa Bau-Bau Nomor 0298/Pdt/2019/Pa.Bb). Indonesian Journal of Legality of Law, 5(1), 75–82. https://doi.org/10.35965/ijlf.v5i1.1912

Shamad, M. Y. (2017). Hukum Pernikahan Dalam Islam (Wedding Law In Islam). Istiqra’, 5(1), 75.

Sudrajat, D. M., & Amanita, A. (2020). Penyelesaian Perkara Perceraian dalam Kompilasi Hukum Islam di Pengadilan Agama Bandung. Jurnal Dialektika Hukum, 2(2), 173–194.

Umar, M. (2020). Hukum Islam; Telaah Perkara Perceraian Melalui Proses Mediasi. Jurnal Literasiologi, 4(2), 175–186.

Wibisana, W. (2016). Pernikahan Dalam Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam - Ta’lim, 14(2), 185–193. http://jurnal.upi.edu/file/05_PERNIKAHAN_DALAM_ISLAM_-_Wahyu.pdf

Widyakso, R., & Wiryani, F. (2021). Analisis Pelaksanaan Putusan Peradilan Agama Terhadap Nafkah Perceraian Dalam Prespektif Hukum Nasional Dan Hukum Islam Bagi PNS. Audito Comparative Law Journal, 2(2), 86–109.

Zayyadi, A. (2020). Dinamika Modernisasi Hukum Islam : Tinjauan Historis dalam Pembacaan Mazhab Sociological Jurisprudence. Al-Manāhij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 14(1), 99–112.

Goverment Publication

Peraturan, I., Pelaksanaan, K., Anak, P., Dinas, D. I., Catatan, D. A. N., Di, S., & Medan, K. (2022). Implementasi peraturan kebijakan pelaksanaan pengangkatan anak di dinas kependudukan dan catatan sipil di kota medan.

Putusan Perkara Nomor 1864/Pdt.G/2022/PA.Btg. (2022).

Downloads

Published

2023-05-18

How to Cite

Bariki, Y. (2023). Penelantaran Keluarga sebagai Landasan Perceraian Perspektif Sosiologi Hukum dan Fiqh Jinayah . CLEAR: Criminal Law Review, 1(1), 13–33. Retrieved from https://clearjournal.uinkhas.ac.id/index.php/clear/article/view/7